Wednesday, January 28, 2004

urutannya
saat ini jelas urutannya adalah ibu saya, ayah saya, ke-2 adik saya dan barulah keluarga dekat saya.
nantinya urutannya menjadi ibu saya, ayah saya, istri saya, kemudian keluarga saya lainnya.

Saturday, January 24, 2004

hendak kate ape hari ini selain ucap syukur alhamdulillah ke hadirat Allah SWT, karena semua pekerjaannya dapat diselesaikan dengan lancar. Juga ucapan terimakasih untuk seluruh anggota rombongan yang hampir berjumlah empat puluh orang.

Saturday, January 17, 2004

"kalian batigo tu diak papa adalah harta berlian papa yang paling berharga, tak ternilai harganya"

ungkapan itu yang keluar dari mulut hitamnya, papa kandungku. perasaanku berkecamuk saat itu, sadar bahwa itulah ungkapan kasih sayangnya pada kami anak-anaknya.

sadar bahwa begitu banyak air mata, darah dan keringat yang beliau keluarkan untuk kami anak-anaknya. bahkan mungkin terkadang beliau harus mengorbankan harga dirinya untukku dan dua orang adik perempuanku. entah bagaimana aku membalasnya.

ingat saat beliau bercerita padaku saat aku mulai menanjak dewasa, dan mulai dapat mengerti mengenai hal-hal yang berhubungan dengan keuangan keluarga.
"apopun papa mama lakukan untuk manyakolahan anak-anak papa yan..waktu dulu wa ang batarimo di itebe, papa ndak punyo piti, karena waktu itu gaji papa olun bakirim gara-gara status pegawai papa masih dalam proses perpindahan administrasi dari padang ke bandung, akhirnyo papa maminjam piti ka koperasi"

"apapun papa mama lakukan untuk meyekolahkan kalian..saat dulu kamu masuk diterima di itb, papa tidak punya uang, karena waktu itu gaji appa belum dikirim karena status papa masih dalam proses perpindahan administrasi dari padang ke bandung, akhirnya papa meminjam uang ke koperasi"

sekarang, sang anak hendak pula melepaskan diri dari orang tuanya. aku tercenung, alangkah banyaknya kasih sayang yang mereka limpahkan padaku hingga kini sekalipun. entah bagaimana aku harus membalasnya.

alangkah beruntungnya saya karena masih dapat berkomunikasi dengan mereka yang kumuliakan. walau dulu sempat mengalami masa-masa ketertekanan karena merasa saya tak dapat berkomunikasi dengan beliau berdua, tapi akhirnya saya menemukan caranya.

tunjukkan bahwa saya selalu dalam keadaan baik-baik saja, tidak kurang suatu apapun walalupun sebenarnya saya sedang berada dalam kondisi yang sulit..bila dalam pekerjaan ada masalah, jangan pernah tunjukkan masalah itu di hadapan mereka, tunjukkan bahwa saya sangat menyenangi pekerjaan ini. karena inilah pilihan saya.

untuk beliau berdua, semoga seluruh malaikat selalu melindungi kalian dimanapun kalian berada. semoga sayap-sayap malaikat membuat teduh hati kalian. semoga Allah selalu melimpahi kalian dengan kebahagiaan di dunia dan harumnya surga di hari pembalasan nanti. walau tak pernah saya ungkap, anakmu yang pembangkang ini sangat sayang dan menghormati kalian berdua. sehingga sakin egoisnya saya selalu berkata "tidak boleh ada orang yang boleh menyakiti hati mama dan papaku, karena mereka yang menyakitinya akan sangat menyesal hidup di dunia karena saya akan mengejar dan menuntut balas pada mereka bahkan bila darah harus tercecer sekalipun ke tanah"

Friday, January 16, 2004

gambar jelek hari ini


"gua gak nyangka pas di sign off ternyata kameramennya budi afriyan?!"
penat itu mungkin memelukku terlalu erat kawan, sehingga terasa sulit pori paru ini menyerap hak zat asamnya. dan terasa tumpul otak ini mengerat kekenyalan sesuatu bernama inspirasi. lain waktu kawan. ada saatnya pori paru ini kembali membesar dan tumpul ini terasah kembali hingga setajam sembilu.

Thursday, January 15, 2004

hari pertama busway jakarta


mereka bersenang-senang hari ini. kapan lagi bisa mengitari jakarta dengan lancar disiang hari. jarak 12,9 km itu bisa dikelilingi dalam waktu 30 menit saja. jalan-jalan santai 20km/jam. karena bapak ibu sudah terlalu lama mengalami panas dan berdesakan didalam bis yang gila-gilaan mengejar setoran.
bertamasyalah wahai bapak dan ibu, manfaatkan jalan-jalan gratis ini. saat inilah bapak ibu bisa mencemooh para pemilik mobil-mobil pribadi berkaca hitam dan ber-ac seperti di kutub itu. tegakkan kepala bapak ibu, angkutlah plastik-plastik belanjaan di kaki lima itu, ajaklah anak-anak bapak ibu. rasakan dinginnya ac itu, biar mereka bisa bercerita pada temannya enaknya "aku kan udah pernah naik mobil ber-ac"

biarlah mereka yang mendapatkan rezeki lebih dari bapak ibu mengalami macetnya jakarta hari ini, toh biasanya mereka selalu disenangkan oleh keadaan yang memang tidak pernah berpihak pada bapak ibu. biarlah akhirnya mereka menahan diri untuk membeli mobil lebih banyak lagi, karena ternyata tidak enak punya mobil banyak di kota yang sudah terlalu macet ini. sedikit tambahan kemacetan toh tak akan berpengaruh apapun.

Wednesday, January 14, 2004

istirahat

reporter yang seharusnya bertugas dengan saya hari ini ternyata sakit. alhasil, tugas saya langsung di-split dari seorang kameramen menjadi seorang editor..:) dan karena editor yang disediakan oleh services telah mencukupi makanya jadilah saya seorang penganggur di depan komputer.

baca..baca..baca...hahahaha...

George B.: Condi! Nice to see you. What's happening?
Condoleeza R.: Sir, I have the report here about the new leader of China.
George B.: Great. Lay it on me.
Condoleeza R.: Hu is the new leader of China.
George B.: That's what I want to know.
Condoleeza R.: That's what I'm telling you.
George B.: That's what I'm asking you. Who is the new leader of China?
Condoleeza R.: Yes.
George B.: I mean the fellow's name.
Condoleeza R.: Hu.
George B.: The guy in China.
Condoleeza R.: Hu.
George B.: The new leader of China.
Condoleeza R.: Hu.
George B.: The Chinaman!
Condoleeza R.: Hu is leading China.
George B.: Now whaddya' asking me for?
Condoleeza R.: I'm telling you Hu is leading China.
George B.: Well, I'm asking you. Who is leading China?
Condoleeza R.: That's the man's name.
George B.: That's who's name?
Condoleeza R.: Yes.
George B.: Will you or will you not tell me the name of the new leader of China?
Condoleeza R.: Yes, sir.
George B.: Yassir? Yassir Arafat is in China? I thought he was in the Middle East.
Condoleeza R.: That's correct.
George B.: Then who is in China?
Condoleeza R.: Yes, sir.
George B.: Yassir is in China?
Condoleeza R.: No, sir.
George B.: Then who is?
Condoleeza R.: Yes, sir.
George B.: Yassir?
Condoleeza R.: No, sir.
George B.: Look, Condi. I need to know the name of the new leader of China. Get me the Secretary General of the U.N. on the phone.
Condoleeza R.: Kofi?
George B.: No, thanks.
Condoleeza R.: You want Kofi?
George B.: No.
Condoleeza R.: You don't want Kofi.
George B.: No. But now that you mention it, I could use a glass of milk. And then get me the U.N.
Condoleeza R.: Yes, sir.
George B.: Not Yassir! The guy at the U.N.
Condoleeza R.: Kofi?
George B.: Milk! Will you please make the call?
Condoleeza R.: And call who?
George B.: Who is the guy at the U.N?
Condoleeza R.: Hu is the guy in China.
George B.: Will you stay out of China?!
Condoleeza R.: Yes, sir.
George B.: And stay out of the Middle East! Just get me the guy at the U.N.
Condoleeza R.: Kofi.
George B.: All right! With cream and two sugars. Now get on the phone.
(Condi picks up the phone.)
Condoleeza R.: Rice, here.
George B.: Rice? Good idea. And a couple of egg rolls, too. Maybe we should send some to the guy in China. And the Middle East.


anjing!


seorang kawan bernama palsu sri menerima pesan singkat di handphone-nya sabtu siang tanggal 10 januari 2004 kemarin, pengirimnya entah siapa bernomor +628567723594 :

"mbak sri, encrotan peniku kenceng banget. ah, croot, croot. air maninya banyak, kental dan putih. kalau ngencrot di vegimu, pasti luber bikin belepotan. ah..!"

maafkan apabila isinya tidak menyenangkan...tapi apabila ada kawan yang berbaik hati secara tidak sengaja mengetahui nomor siapakah ini, maka tolong kabarkan kepada saya. pengirim pesan singkat ini sakit dan seharusnya tidak berada di dunia luar yang bebas seperti kita.

karena inilah tiada perlu kubercerita tentang hari ini padamu kawan...

Tuesday, January 06, 2004


kepala ini rasa penuh beberapa hari dan malam ini. pertentangan ini menaik terus seperti lereng bukit terjal. agak berat untuk didaki rasa-rasanya. "tapi, kesulitan ini belum apa-apa?!, pasti akan ada kesulitan lain yang lebih besar nantinya" begitu optimisnya suara malaikat penyemangatku. ayo kita hadapi saja ini sayang. lewati saja ini dengan lenggang dan kesenangan. terekam kembali syair yang diberikan oleh ayahku, jika...

If u can keep your head when all about you are losing theirs and blaming it on u
If u can trust yourself when all men doubting too, but make allowance for their doubting too
If u can wait and not be tired by waiting,
or, being lied about, dont deal in lies
or, being hated dont give way to hating
and yet dont look good, nor talk too wise

[rudyard kipling]

Monday, January 05, 2004

paralayangnya...

"mau ikut gak yung?"
"lu mau kemana hari in, ta?" jawab saya. Anta sedang melahap indomie goreng telornya. double!
"puncak! kita mau ngambil gambar katinka pas lagi paralayang"
"IKUT!!!"

istilah-istilah dalam paralayang sebagian besar belum pernah saya dengar sebelumnya. take off dan landing normal saya dengar karena kedua istilah itu adalah kata-kata ynag umum digunakan dalam penerbangan. pumping, soaring, turbulence dan beberapa istilah lainnya sama sekali belum pernah saya dengar. cuma nyengir-nyengir doang pas denger mereka ngobrol..."kagak ngerti gua jek!"

"elu kalo janjian ama katinka bakalan merana dah. tuh anak nggak pernah dateng tepat waktu, ngaretnya gila-gilaan"..wanti-wanti itu udah nyampe di telinga sejak kita dateng di boogie bogor. tempat berkumpul sebelum berangkat ke puncak. alhasil emang ni orang yang ditunggu buat diambil gambarnya baru nyampe jam 2 siang. setelah hujan dan kabut turun selama 2 jam disana.

jeans hitam, t-shirt hitam dan cardigan saat dia datang. putih blasteran. bucek panggil dia dengan sebutan 'belel'..entah kenapa. "pernah nyungsep kali pas terbang", suara di otak saya bergumam.

papatong! bahasa sunda asli untuk menerangkan binatang capung. itu nama klub paralayang yang biasa katinka kunjungi saat ingin main paralayang. disana ada bucek depp, kunun, joni, abaw dan yang paling jago idon. setiap minggu ada waktu mereka selalu menyempatkan diri untuk terbang dari sana.

"tok petok petok petok" mereka langsung mensoraki saya yang tidak mau ikutan terbang tandem dengan mereka. entah kenapa, saat itu saya sedang tak ingin ikut-ikutan terbang. mood sedang tidak baik, dan lagipula saya tak dapat membawa pd150 ini naik ke atas pikir saya. "diam, nunduk dan ketawa..cuma itu yang bisa saya lakukan sembari katakan "lainkali saya terima tantangannya cek"

para pengemar alam, sebutan yang tepat menurut saya untuk mereka. mereka menaiki landrover untuk kebebasan mereka menjelajah daerah tak beraspal untuk melampiaskan hobi mereka terbang menggunakan paralayang. di titik itu saya pikir, "katinka kayaknya cocok juga dijadikan presenter jelajah kita"....walau pikiran itu didebat oleh indri "tapi dia blasteran yung, terlalu putih untuk jelajah"..ah, dia kan akan hitam terkena matahari bila lama berada di lapangan, pikir saya.

beberapa frame gambar saya ambil menggunakan yashica. mudah-mudahan menghasilkan gambar seperti yang saya bayangkan.

inipun kasih sayang
yang keberikan padamu
meski tidak sehebat
matahari pada dunia

sebentuk kasih sayang
yang kuberikan padamu
meski tidak seheboh
sebagaimana orang lain.

sederhana saja sayang.
seperti sederhananya sapardi bertutur bercerita tentang cinta.

Saturday, January 03, 2004

saya coba mengenang mereka yang mati. mereka yang mati karena pilihan mereka bekerja.
innalillahi wa inna illaihi rojiun...saya ucap berkali-kali. Setelah Mus, Pak Nazar dan terakhir Bang Ersa.

Ini sebagian email tentang Pak Nazar

Sat Dec 13, 2003 10:08 pm

Teman-teman.
Telah meninggal dunia Munajar, driver tim liputan trans tv selama ini di Aceh. Tanggal 7 Desember kemarin keluarga sudah kehilangan kontak dengan Pak Najar, dan sore tadi (13/12) jenazahnya ditemukan di tepi sungai Krueng Mane (menjelang Lhokseumawe dari arah Bireun).

Jenazah Pak Najar sampai Sabtu malam masih berada di RS Cut Meutia, Bukit Rata, Lhokseumawe. Rencananya pukul 22.00 dijemput keluarga ke Banda Aceh.

Pak Najar akan di semayamkan di rumah keluarganya di Blang Bintang, Banda Aceh. Apabila ingin menghubungi keluarganya bisa melalui nomor 0811680286 dengan Pak Muhammad – kakak Pak Najar.


Mungkin kita bisa koordinasikan sumbangan untuk keluarganya, dan semoga yang ditinggal tabah.

Anyway…

del./


Sun Dec 14, 2003 12:49 am
Sore ini (13/12) saya mendengar kabar mengejutkan dari Delvi, bahwa Pak Nazar tewas dan mayatnya ditemukan disudut kampung dekat Lhoksumawe.

Sekujur tubuh korban penuh luka siksaan berat. Satu cara eksekusi khas yang kerap ditemui di Aceh. (sebuah cara mati yang memuakan dan menjadi “tradisi panjang� dalam kasus penculikan seperti ini di Aceh)

Pak Nazar adalah sopir mobil rental yang kerap saya/ kami pakai. Banyak wartawan lain juga memakai dia.
Siapapun yang kerap mondar mandir di Aceh, pasti akan tau siapa dia, minimal kenal muka dan pernah disapa dengan senyum malu malunya.

Secara pribadi saya “berhutang� terimakasih karena dia banyak membantu dan mengawasi “anak anak�
selama di Aceh. Keselamatan kami, atau teman teman karena dia, si sopir yang kita kenal dengan baik dan terampil dilapangan. Sopir yg terpercaya, adalah langkah sempurna pertama ketika kami masuk satu area.

Satu hari setelah seminggu lebih di Aceh saya berpisah diairport Banda Aceh, waktu itu dia bilang, dia ingin punya armada mobil rental sendiri. Sekarang dia sedang mengumpulkan uang. Saya tertawa dan melambaikan tangan perpisahan sambil berteriak: titip anak anak saya, Pak!

Saya merasakan kehilangan. Seperti juga teman teman yang pernah bersama dia dimasa lalu.

Musibah ini mungkin, karena dia melupakan hal penting, yakni di Aceh jangan punya patron, jangan mudah ditebak bergerak kemana dan jangan percaya siapapun. Menyepelekan hal seperti itu bisa berujung pada penculikan, siksaan atau mungkin dibantai disatu sudut jalan.

PS: baru empat hari silam saya menggoreng dendeng Aceh, oleh oleh dari dia. Sambil makan itu, saya teringat ketika dia mengajak saya mampir dirumahnya dan menyeruput kopi dikedai depan rumahnya……..

Gua engga ada nyali bicara dengan istrinya atau kakaknya. Gua engga akan tahan mendengar dia menangis, sementara gua masih kesal dengan cara dia di eksekusi macam kambing gitu.

/HSG

Sunday, December 14, 2003 6:41 AM
Ketika tidak ada yang berani mengantarkan kami ke lhokseumawe dari banda aceh...almarhum dengan senyumnya yang khas menyanggupi. Ketika ketakutan menyelimuti ,...almarhum memberikan ketenangan
dengan mengatakan "tenang aja ...aman...aman..." Masih terngiang di telinga ketika almarhum berkata "bila ajal menjelang , jangankan di daerah konflik seperti aceh ...di tempat tidur pun kita akan meninggal..." Semoga Alm.Pak Munazar mendapatkan tempat yang mulia di "sana"...

.....saya yang pernah di "kawal" oleh pak Nazar di tengah-tengah ketakutan.......

--y a y a n--

Mon Dec 15, 2003 10:09 am
segelas kopi di suatu sore di aceh besar,
setiap check point yang kita lewatin...
senyuman di masjid raya....
setiap semangat dan ketenangan yang yang dihembuskan.....tanpa satupun letusan
ratusan kilometer bulak balik banda-lhok.....
selamat jalan bang nazar.....
doa kami untukmu,....untuk setiap detik kenangan itu...

- d e y n a -

Tue Dec 16, 2003 10:10 pm
mohon kesediaan teman-teman news...mensedekahkan sedikit uang anda ke kotak dana duka untuk almarhum pak Nazar. Kami akan teruskan amalan teman-teman ke istri almarhum dalam pekan ini juga
trima kasih......

senyum canda……tatapan mata khas Munazar disela-sela kontak senjata, almarhum tetap berusaha menyamankan kami (para jurnalis) untuk memberikan rasa “aman� namun takdir berkata lain: ia tak kuasa meyakinkan dirinya sendiri di depan istri dan seorang putri semata wayangnya…..

--m u f t i--

Wed Dec 17, 2003 6:58 pm
pertama kali menginjakan kaki ke bumi rencong, jujur aja, waktu itu aku agak 'gemeter'. Tapi dengan
senyumannya, bang Nazar bilang "tenang aja, aman koq". Memang, selama pengalaman di Aceh, bang Nazar selalu berusaha membuat keadaan nyaman dan aman. Di tempat yang begitu keras, mungkinkah aku bisa bertemu dengan pribadi orang sehebat dan sehangat itu??

pertama kali diberitahu kabar duka ini, aku cuma bisa diam... terus memandangi foto2 saat bersama bang
Nazar.. betapa ingin gw dateng ke Aceh, lalu berdoa di pusara... gw bener2 kehilangan...

--iwan hermawan--

Mon, 15 Dec 2003 18:36:12 -0800
ketika aku ditugaskan kembali ke aceh, lebaran lalu, pertama kali aku teringat senyuman, tepukan, dan tipannya bang Nazar. Benar, belum sempat aku dan niki menyentuh tas bagasi, pundakku ditepuk oleh almarhum, dengan dibarengi senyuman khasnya.

Itulah Bang Nazar, tambun tapi gesit, justru dengan gayanya itulah aku terselamatkan dari kejaran aparat tahun lalu. Pada lebaran lalu itu pun, almarhum kembali menyelamatkan aku dan niki dari kelaparan, dengan mengajak kami makan lebaran di rumahnya (semua warung makan tutup).

Namun pertemuan yang berkesan adalah, ketika kami meninggalkan Aceh, ntah mengapa kami berpelukan dengan Bang Nazar, dan aku berjanji akan bertemu kembali tahun depan. Tapi Tuhan berkata lain, ternyata pertemuan itu adalah yang terakhir bagi aku dengan Bang Nazar.

SELAMAT JALAN BANG NAZAR......DAN...TERIMA KASIH BANYAK

--arya pandora--

Thu Dec 18, 2003 10:16 pm
terima kasih atas keikhlasan bapak, ibu produser dan teman-teman semua....dana duka untuk alm. pak Nazar telah terkumpul Rp. 1.400.000,00. Insya 4ll uang tersebut segera akan kami sampaikan kepada ahli waris almarhum....semoga amalan teman-teman mendapat pahala disisi-Nya, amiiinnnn

arwen the elf


pertama dia minta daughter-nya pearl jam terus minta dilanjut dengan foolish game jewel. sebelumnya gua muter like a stone audio slave. hmmm...believe me, gua terlalu banyak dejavu mengenai ini.

tapi btw..di Trilogi Lord Of The Ring ada percintaan disana...:) indah sekaligus tragis.

Arwen (elf) -- Born to an immortal life as an Elf, Arwen must chose between it or to forsake this everlasting existence for the love of the mortal Aragorn. In so doing, she dooms herself to die as a Human.