Monday, January 05, 2004

paralayangnya...

"mau ikut gak yung?"
"lu mau kemana hari in, ta?" jawab saya. Anta sedang melahap indomie goreng telornya. double!
"puncak! kita mau ngambil gambar katinka pas lagi paralayang"
"IKUT!!!"

istilah-istilah dalam paralayang sebagian besar belum pernah saya dengar sebelumnya. take off dan landing normal saya dengar karena kedua istilah itu adalah kata-kata ynag umum digunakan dalam penerbangan. pumping, soaring, turbulence dan beberapa istilah lainnya sama sekali belum pernah saya dengar. cuma nyengir-nyengir doang pas denger mereka ngobrol..."kagak ngerti gua jek!"

"elu kalo janjian ama katinka bakalan merana dah. tuh anak nggak pernah dateng tepat waktu, ngaretnya gila-gilaan"..wanti-wanti itu udah nyampe di telinga sejak kita dateng di boogie bogor. tempat berkumpul sebelum berangkat ke puncak. alhasil emang ni orang yang ditunggu buat diambil gambarnya baru nyampe jam 2 siang. setelah hujan dan kabut turun selama 2 jam disana.

jeans hitam, t-shirt hitam dan cardigan saat dia datang. putih blasteran. bucek panggil dia dengan sebutan 'belel'..entah kenapa. "pernah nyungsep kali pas terbang", suara di otak saya bergumam.

papatong! bahasa sunda asli untuk menerangkan binatang capung. itu nama klub paralayang yang biasa katinka kunjungi saat ingin main paralayang. disana ada bucek depp, kunun, joni, abaw dan yang paling jago idon. setiap minggu ada waktu mereka selalu menyempatkan diri untuk terbang dari sana.

"tok petok petok petok" mereka langsung mensoraki saya yang tidak mau ikutan terbang tandem dengan mereka. entah kenapa, saat itu saya sedang tak ingin ikut-ikutan terbang. mood sedang tidak baik, dan lagipula saya tak dapat membawa pd150 ini naik ke atas pikir saya. "diam, nunduk dan ketawa..cuma itu yang bisa saya lakukan sembari katakan "lainkali saya terima tantangannya cek"

para pengemar alam, sebutan yang tepat menurut saya untuk mereka. mereka menaiki landrover untuk kebebasan mereka menjelajah daerah tak beraspal untuk melampiaskan hobi mereka terbang menggunakan paralayang. di titik itu saya pikir, "katinka kayaknya cocok juga dijadikan presenter jelajah kita"....walau pikiran itu didebat oleh indri "tapi dia blasteran yung, terlalu putih untuk jelajah"..ah, dia kan akan hitam terkena matahari bila lama berada di lapangan, pikir saya.

beberapa frame gambar saya ambil menggunakan yashica. mudah-mudahan menghasilkan gambar seperti yang saya bayangkan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home