Thursday, April 14, 2005

Satu sampul terakhir kiriman buku itu telah saya terima hari ini, 2 hari sebelumnya saya juga menerima satu amplop berisi artikel dan monograf. Alangkah baiknya bapak itu, dia bela-belain ngirim setumpukan artikelnya dan juga fotokopi disertasinya.
----

Sekarang sedang membacanya, baru flash reading aja...karena gua berusaha mengenali bahasa-bahasa setempat yang gua dengar dulu dan mneyesuaikan dengan isitilah-istilah di disertasinya yang jelas-jelas bisa dipertanggungjawabkan secara ilmu pengetahuan....

Mungkin setelah membaca semuanya gua bisa lebih mengerti lagi tentang komunitas itu. Dan setelah waktunya tiba, here i come my old friend.....attach with a camera, a good shotgun and a nightshot camera :)
----

Berada di ruangan ini, saat ini, adalah hal yang selama tiga bulan ke depan akan saya lakukan setiap hari kerja. Tidak ada ketegangan seperti saat saya berada di luar ruangan. Keasyikan itu seperti sedang dipreteli satu persatu dari diri saya.

Tugas yang sedang dibebankan pada saya membaut saya merasa bahwa kesenangan saya sedang dipreteli satu persatu. Entah berhubungan atau tidak, rasa dipreteli itu membuat saya mencari kesenangan lain diluar pekerjaan saya. Salah satu hasilnya adalah 2 amplop besar berisi disertasi dan artikel tentang satu komunitas yang menarik perhatian saya. Dan juga hal-hal lain diluar pekerjaan yang dahulu sempat terpikir dalam kepala saya.

Mungkin tugas yang dibebankan pada saya ini juga menambah keinginan saya, yang sebelumnya juga sudah ingin, untuk mengambil langkah-langkah mencari kesempatan lain di tempat lain. Mungkin pekerjaannya sama, atau bahan lebih membosankan, tetapi menjanjikan pendapatan yang lebih.

Pekerjaan saya sekarang tidak menyediakan hal yang paling saya sukai, yaitu berada di luar ruangan dan berinteraksi dengan dunia luar. Tantangan saya satu-satunya saat ini, sesuai dengan tugas pekerjaan yang diberikan pada saya sekarang, adalah melawan kebosanan mengerjakan hal yang sama satu kali lagi. saya sudah pernah mengerjakan pekerjaan ini satu tahun lalu, tepat satu tahun lalu. Tidak ada yang baru. Sama sekali tak ada kecuali kebosanan itu sendiri.

Saya berusaha meyakinkan diri, dan sepertinya sedikit berhasil, bahwa pekerjaan yang sedang saya kerjakan memberi saya waktu lebih banyak untuk teman hidup saya, dia sedang berjuang untuk memberikan saya seorang keturunan. Tapi setelah lahir, apakah saya akan dengan tugas ini? Saya tidak tahu. Apakah materi yang saya dapatkan dari tempat bekerja saya sekarang mencukupi? Saya juga belum tahu. Satu hal yang pasti, saya bosan.

Beberapa waktu lalu saya sempat berbincang dengan seorang kawan di bandung melalui YM, dia sedang meriset satu kesenian yang sekarang hampir punah. Kesenian yang dahulu mengantarkan orang menuju pertautan kesatuan dua orang yang dulunya terpisah. Perbincangan itu membaca satu kesimpulan bahwa saya juga harus mulai mengerjakan sesuatu yang ingin saya lakukan. Dan itu adalah membawa kamera dengan mic-nya. Kembali berlarian di luar ruangan, merasakan bulir keringat menetes karena panasnya udara, menghasilkan gambar-gambar yang bisa menceritakan kejadian disana dan kemudian memaparkannya atau mempertontonkannya pada khalayak.

Saya rindu untuk berbincang dengan seorang asing yang dengan baik hatinya mau memberikan pelajaran hidup kepada saya, saya rindu untuk menunggu sang tersangka keluar dari ruang pemeriksaannya untuk mendapatkan gambarnya yang kadang hanya berdurasi 10 second saya, saya rindu berjalan keluar daerah asing yang menyediakan langir biru dan rumput hijau dan semilir sejuk angin. I miss it much...

2 Comments:

Blogger Reti said...

Met ultah, Buyung!
Spt kita bahas dulu, ternyata kerja dimana2 mah sama aja ya ada tantangan & nyebelinnya. Insya Allah mah rizki ada aja walaupun keluarga bertambah, yg penting cukup.

Masih mending elu di TV, masih ada yg cakep2.. Kalo di pns udah cekak, lebih bosen, jarang yg cantik, hehe..

12:43 PM  
Blogger Reti said...

Met ultah, Buyung!
Spt kita bahas dulu, ternyata kerja dimana2 mah sama aja ya ada tantangan & nyebelinnya. Insya Allah mah rizki ada aja walaupun keluarga bertambah, yg penting cukup.

Masih mending elu di TV, masih ada yg cakep2.. Kalo di pns udah cekak, lebih bosen, jarang yg cantik, hehe..

12:43 PM  

Post a Comment

<< Home